Lewati ke konten utama
Teknologi

Akselerasi Jaringan 5G Mandiri (Standalone) Mulai Diterapkan di Kawasan Industri Otomasi dan Pelabuhan Pintar

Ukuran Huruf

CILEGON, Media Semesta — Transformasi konektivitas seluler Indonesia memasuki babak baru seiring dimulainya komersialisasi jaringan 5G Mandiri (*5G Standalone/SA*) berspesifikasi industri (*Private Network*) di Kawasan Industri Terpadu Cilegon dan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Berbeda dengan jaringan 5G Non-Standalone terdahulu yang masih menumpang pada infrastruktur inti 4G LTE, arsitektur 5G Standalone murni ini menghadirkan kecepatan transmisi data di atas 1 Gbps dengan latensi sangat rendah (*ultra-low latency*) di bawah lima milidetik.

Iklan Sponsor

Pengendalian Derek Peti Kemas dan Kendaraan Logistik Otonom

Di Terminal Peti Kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), operator crane pemindah kontainer kini tidak lagi harus memanjat kabin derek setinggi 50 meter di tengah terik matahari. Mereka mengendalikan derek raksasa dari ruang kontrol ber-AC yang nyaman melalui transmisi video definisi ultra-tinggi 4K multi-sudut berbasis jaringan 5G privat.

Selain derek cerdas, armada kendaraan logistik otonom (*Automated Guided Vehicles/AGV*) di dalam pabrik perakitan baja bergerak mulus mengangkut bahan baku berbobot puluhan ton tanpa tabrakan berkat presisi navigasi sub-sentimeter.

Baca Juga: Riset Kolaborasi ITB dan BRIN Berhasil Rancang Prototipe Chip Sensor Kebocoran Gas Berbiaya Rendah

Direktur Network & IT Solution Telkom Group menjelaskan bahwa penerapan 5G Standalone industri terbukti mendongkrak produktivitas bongkar muat kapal peti kemas hingga 28 persen sekaligus memangkas risiko kecelakaan kerja menjadi nol.

“Jaringan 5G industri ini menggunakan spektrum frekuensi khusus yang terisolasi total dari interferensi sinyal publik, sehingga keamanan transmisi data produksi pabrik terlindungi dari potensi gangguan peretasan eksternal,” paparnya dalam uji coba di Cilegon.

Fitur Network Slicing Berikan Prioritas Khusus Layanan Kritis

Kelebihan utama teknologi 5G SA adalah kemampuan pemotongan jaringan secara virtual (*Network Slicing*) yang membagi jalur spektrum sesuai kebutuhan spesifik industri, seperti pemantauan sensor kebocoran pipa kimia berdensitas jutaan perangkat (mMTC) dan komunikasi darurat suara berkecepatan tinggi.

Operator seluler nasional berkomitmen memperluas cakupan 5G industri ke kawasan pertambangan cerdas (Smart Mining) di Papua dan Sumbawa serta sentra manufaktur komponen otomotif Jawa Barat.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan bagi korporasi yang mengadopsi teknologi otomasi 5G lokal.

Baca Juga: Startup Agritech Asal Bandung Kembangkan Sensor IoT Pendeteksi Unsur Hara Tanah dan Otomasi Irigasi

Akselerasi ekosistem 5G industri ini menjadi pilar krusial mewujudkan inisiatif Making Indonesia 4.0 yang berdaya saing tinggi di pasar manufaktur global.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 2,421 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua