BANDUNG, Media Semesta — Tim peneliti Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menuntaskan pembuatan prototipe chip mikro-sensor pendeteksi kebocoran gas metana dan LPG berbasis material nano-grafena berkemurnian tinggi.
Chip sensor cerdas yang diberi kode NusantaraGas-1 ini dirancang khusus untuk mengatasi tingginya angka insiden kebakaran rumah tangga dan kecelakaan kerja di dapur komersial serta fasilitas kilang minyak akibat kebocoran tabung gas yang lambat terdeteksi.
Respons Sangat Cepat dalam Dua Detik dengan Efisiensi Daya Baterai
Keunggulan utama chip NusantaraGas-1 terletak pada sensitivitas deteksinya yang mampu mengenali konsentrasi gas metana hingga batas minimal 50 bagian per sejuta (*parts per million/ppm*) dalam waktu reaksi kilat kurang dari dua detik.
Pemanfaatan lapisan tipis grafena yang disintesis dari limbah cangkang kelapa sawit lokal memungkinkan chip bekerja pada suhu ruang tanpa memerlukan elemen pemanas listrik berdaya tinggi, sehingga perangkat detektor dapat beroperasi selama 3 tahun penuh hanya dengan satu buah baterai koin kecil.
Ketua Tim Peneliti Mikroelektronika ITB menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan kemampuan anak bangsa dalam merancang arsitektur sirkuit terpadu (*Integrated Circuit/IC*) yang mandiri tanpa ketergantungan impor lisensi paten luar negeri.
“Biaya produksi massal chip ini kami estimasikan kurang dari Rp15.000 per unit, jauh lebih terjangkau dibandingkan sensor impor sejenis yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Ini membuka jalan bagi setiap rumah tangga di Indonesia untuk memiliki detektor kebocoran gas yang andal,” ungkapnya di Laboratorium Bersih ITB Bandung.
Kerja Sama Hilirisasi Riset dengan Pabrikan Elektronik Nasional
BRIN telah memfasilitasi penandatanganan kesepakatan lisensi paten hilirisasi antara tim peneliti dengan konsorsium pabrikan elektronik dalam negeri untuk memproduksi 500.000 unit detektor gas pintar pada tahap awal.
Perangkat detektor buatan dalam negeri ini nantinya akan dilengkapi modul konektivitas nirkabel yang otomatis mengirimkan alarm suara nyaring dan pesan peringatan darurat ke aplikasi ponsel pemilik rumah jika terdeteksi kebocoran gas.
Kementerian Perindustrian mendukung percepatan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk detektor gas rumah tangga guna melindungi konsumen dari bahaya ledakan gas.
Keberhasilan inovasi semikonduktor ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi riset perguruan tinggi dan lembaga riset nasional mampu menghasilkan solusi teknologi tepat guna yang menyelamatkan nyawa dan menggerakkan roda kemandirian industri bangsa.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.