BOGOR, Media Semesta — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo mengumumkan operasional penuh satelit internet multifungsi Republik Indonesia SATRIA-1 setelah menuntaskan uji lalu lintas data komersial di 11 stasiun bumi gerbang transmisi (*gateway*) nasional.
Satelit berkapasitas transmisi pita lebar 150 Gigabit per detik (Gbps) bertipe Very High Throughput Satellite (VHTS) ini sukses memancarkan sinyal internet berkecepatan tinggi ke lebih dari 37.000 titik layanan publik prioritas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dari Aceh hingga Pegunungan Bintang Papua.
Pemerataan Akses Belajar Daring dan Rekam Medis Elektronik Desa
Pemanfaatan kapasitas internet satelit diprioritaskan untuk memerdekakan ribuan sekolah dasar dan menengah di pelosok kepulauan yang selama ini terisolasi dari jaringan fiber optik darat.
Kini, para siswa di pedalaman Pulau Rote atau Halmahera dapat mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan mengakses buku digital perpustakaan Kemendikbudristek secara lancar tanpa hambatan jaringan.
Direktur Utama BAKTI Kominfo memaparkan bahwa fasilitas kesehatan puskesmas pembantu di kawasan pegunungan terpencil kini dapat menjalankan program konsultasi medis jarak jauh (telemedicine) dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan kota besar.
“Dengan kecepatan unduh rata-rata 25 hingga 30 Mbps di setiap titik antena terminal Very Small Aperture Terminal (VSAT), rekam medis pasien dapat disinkronkan secara online detik itu juga. Tidak ada lagi anak-anak kita yang tertinggal dalam literasi ilmu pengetahuan hanya karena faktor letak geografis,” ujarnya di Stasiun Bumi SATRIA-1 Cikarang.
Efisiensi Biaya Bandwidth Nasional Hingga Enam Puluh Persen
Pengoperasian satelit milik negara berbobot 4,6 ton yang mengorbit di slot 146 derajat Bujur Timur ini berhasil menghemat belanja sewa bandwidth satelit komersial luar negeri hingga 60 persen per tahun.
Sebanyak 11 stasiun pengendali bumi yang tersebar di Batam, Cikarang, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura saling terhubung melalui cincin proteksi jaringan serat optik Palapa Ring.
Pemerintah daerah di kawasan perbatasan menyampaikan rasa syukur mendalam karena kehadiran akses internet stabil turut memperkuat pos penjagaan perbatasan TNI dan pos lintas batas negara (PLBN).
BAKTI menargetkan penambahan titik akses internet gratis berbasis SATRIA-1 akan diperluas mencakup balai latihan kerja dan sentra pemasaran produk kerajinan desa tertinggal sepanjang tahun depan.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.