PALEMBANG, Media Semesta — Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan pesisir timur Sumatera Selatan dengan pesisir barat Provinsi Bengkulu menunjukkan akselerasi signifikan dengan capaian progres konstruksi fisik gabungan menyentuh angka 85,4 persen.
Jalan tol penembus barisan Bukit Barisan ini digadang-gadang sebagai koridor logistik pengubah peta ekonomi Sumatera yang memangkas waktu perjalanan darat dari semula 10 hingga 12 jam melintasi jalan lintas berkelok menjadi hanya 3,5 jam perjalanan lancar.
Tantangan Konstruksi Geoteknik di Lereng Bukit Barisan
Tantangan terberat pembangunan ruas tol ini terletak pada seksi terowongan dan lereng pegunungan dengan kontur tanah labil di wilayah Kepahiang dan Rejang Lebong yang rawan pergeseran lapisan tanah.
PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang menerapkan teknologi konstruksi geotekstil berkekuatan tinggi serta pemasangan bored pile penahan dinding lereng guna menjamin kestabilan jalan tol terhadap getaran gempa bumi dan erosi air hujan lebat.
Direktur Operasi Hutama Karya memaparkan bahwa keberadaan jalan tol ini akan membuka isolasi ekonomi kawasan pedalaman Bengkulu yang kaya komoditas perkebunan kopi, sawit, karet, dan hasil laut andalan ekspor.
“Truk pengangkut hasil bumi dari Bengkulu kini dapat langsung menuju Pelabuhan Boom Baru di Palembang atau Pelabuhan Tanjung Karang Lampung dalam hitungan jam tanpa risiko kerusakan barang di jalan raya yang rusak,” terangnya di gerbang tol Indralaya.
Pengembangan Kawasan Rest Area Berkonsep Budaya Lokal
Guna memberdayakan pelaku ekonomi rakyat, setiap tempat istirahat dan pelayanan (rest area) tipe A di sepanjang koridor tol dialokasikan minimal 70 persen untuk gerai UMKM lokal kuliner khas daerah seperti pempek Palembang, lempuk durian Bengkulu, dan kerajinan songket tradisi.
Rest area juga dilengkapi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ultra-fast charging untuk mendukung kelancaran mobilisasi pengendara mobil listrik jarak jauh melintasi Pulau Sumatera.
Gubernur Sumatera Selatan dan Gubernur Bengkulu menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi percepatan proyek yang diharapkan mampu mengundang investasi manufaktur hilirisasi industri perkebunan ke kedua provinsi tetangga.
Uji laik fungsi secara menyeluruh dijadwalkan berlangsung pada bulan depan sebelum jalan tol dibuka tanpa tarif sementara untuk melayani lonjakan arus lalu lintas libur akhir tahun.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.