Lewati ke konten utama
Internasional

Indonesia Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi di KTT Perubahan Iklim COP: Tawarkan Kredit Karbon Hutan Hujan Tropis

Ukuran Huruf

BAKU, Media Semesta — Paviliun Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP PBB) menjadi pusat perhatian delegasi global setelah memaparkan capaian konkret aksi mitigasi krisis iklim dan meluncurkan penawaran sertifikat kredit karbon berkualitas tinggi dari kawasan restorasi ekosistem gambut dan mangrove nusantara.

Di hadapan para pemimpin dunia, menteri lingkungan hidup, dan investor dana iklim global, delegasi Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil menurunkan laju deforestasi hutan primer ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir sekaligus merehabilitasi ratusan ribu hektare hutan bakau pesisir.

Iklan Sponsor

Pengakuan Internasional Atas Bursa Karbon IDXCarbon

Indonesia secara resmi mengumumkan keselarasan metodologi pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (*Measurement, Reporting, and Verification/MRV*) bursa karbon nasional IDXCarbon dengan standar Pasar Karbon Global Pasal 6 Perjanjian Paris.

Langkah ini membuka peluang bagi korporasi multinasional di Eropa dan Asia untuk membeli kredit karbon resmi Indonesia guna memenuhi kewajiban penurunan emisi karbon (Nationally Determined Contribution/NDC) negara mereka dengan harga premi yang adil dan transparan.

Baca Juga: KTT ASEAN Sepakati Perluasan Konektivitas Pembayaran Digital Regional dan Penguatan Tata Kelola Maritim

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memimpin delegasi RI menyatakan bahwa Indonesia tidak datang untuk mengemis dana hibah, melainkan menawarkan kemitraan iklim yang saling menguntungkan (*equal climate partnership*) berbasis kekayaan modal alam raksasa nusantara.

“Hutan hujan tropis, gambut dalam, dan padang lamun laut Indonesia adalah paru-paru bumi yang menyerap miliaran ton karbon global. Dunia harus membayar harga yang pantas bagi jerih payah masyarakat adat dan penjaga hutan nusantara yang telah merawat paru-paru dunia ini,” tegasnya di Plenary Hall KTT COP.

Skema Pendanaan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) Dipercepat

Selain sektor kehutanan, delegasi Indonesia menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan negara-negara donor International Partners Group (IPG) untuk mempercepat pencairan komitmen pendanaan transisi energi Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai US$20 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara berkapasitas 2,5 Gigawatt serta pembangunan jaringan transmisi cerdas (Smart Grid) interkoneksi energi surya antarpulau.

Organisasi lingkungan internasional mengapresiasi konsistensi kepemimpinan diplomasi hijau Indonesia yang mampu menyatukan suara negara-negara berkembang pemilik hutan tropis di Amerika Selatan, Afrika Tengah, dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Indonesia Terpilih Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB dengan Raihan Suara Tertinggi di Kawasan Asia Pasifik

Komitmen iklim Indonesia membuktikan bahwa agenda pertumbuhan ekonomi dan penyelamatan kelestarian bumi dapat berjalan beriringan demi masa depan generasi penerus umat manusia.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 1,741 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua