JAKARTA, Media Semesta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi nasional dengan menambah 150 stasiun radar cuaca presisi tinggi di berbagai simpul rawan bencana di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Kepulauan Maluku.
Penguatan instrumen pengamatan atmosfer ini bertujuan meningkatkan akurasi prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting) dari resolusi spasial 10 kilometer menjadi 1 kilometer persegi, sehingga potensi awan badai cumulonimbus pemicu puting beliung, hujan es, dan banjir bandang dapat terdeteksi minimal 3 jam sebelum kejadian.
Kombinasi Radar C-Band dan Penginderaan Satelit Resolusi Tinggi
Radar yang dipasang mengadopsi teknologi Dual-Polarization mutakhir yang mampu membedakan partikel air hujan, kristal es, dan butiran debu vulkanik di udara secara akurat hingga radius 240 kilometer dari stasiun pemancar.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa perubahan pola iklim global telah memicu anomali cuaca yang sulit diprediksi dengan metode konvensional, sehingga otomatisasi pengamatan berbasis kecerdasan buatan menjadi keharusan mutlak.
“Dengan radar generasi baru ini, peringatan dini cuaca ekstrem dapat langsung dikirimkan melalui notifikasi seluler siaran darurat (Cell Broadcast) ke ponsel warga yang berada dalam radius bahaya longsor atau banjir bandang sebelum bencana terjadi,” paparnya di Gedung Operasional BMKG Pusat.
Perlindungan Sentra Pertanian dan Keselamatan Pelayaran Nelayan
Selain keselamatan permukiman warga, informasi radar cuaca ini diintegrasikan langsung ke aplikasi perikanan nelayan tradisional dan kalender tanam petani terpadu Kementerian Pertanian.
Nelayan skala kecil kini dapat mengetahui perkiraan tinggi gelombang laut dan arah angin kencang di koordinat tangkapan ikan secara gratis melalui aplikasi ponsel pintar yang hemat kuota internet.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan kerugian materiil sektor pertanian akibat gagal panen akibat kekeringan musiman maupun banjir luapan sungai hingga 30 persen per tahun.
BMKG juga menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggelar latihan simulasi evakuasi mandiri berbasis peringatan radar di 200 desa tangguh bencana di seluruh Indonesia.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.