Lewati ke konten utama
Nasional

Pembangunan Istana Garuda IKN Rampung Total, Otorita Siapkan Uji Coba Layanan Publik Terpadu

Ukuran Huruf

PENAJAM PASER UTARA, Media Semesta — Progres mahakarya arsitektur Istana Garuda di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dinyatakan rampung 100 persen setelah tim uji kelaikan teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntaskan tahap audit keselamatan struktur bangunan bertingkat tinggi.

Sebanyak 4.650 bilah selubung tembaga dan baja tahan cuaca yang membentuk kepakan sayap burung garuda telah terpasang dengan presisi tinggi di atas bukit tertinggi kawasan istana kepresidenan. Bilah-bilah tersebut dirancang khusus agar mengalami proses oksidasi alami bertahap yang kelak memancarkan warna hijau toska ikonik nusantara dalam rentang 10 hingga 15 tahun ke depan.

Iklan Sponsor

Audit Keselamatan dan Kesiapan Sistem Cerdas Bangunan

Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN menjelaskan bahwa audit mencakup pengujian ketahanan gempa tektonik berkekuatan hingga magnitudo 8,0 serta simulasi dinamika hembusan angin badai khatulistiwa. Semua sensor struktural gedung telah tersambung langsung ke Pusat Kendali Terpadu (Integrated Command Center) yang mengawasi stabilitas infrastruktur secara waktu nyata 24 jam non-stop.

“Pembangunan fisik tidak sekadar memperhatikan estetika monumental kebangsaan, melainkan menaruh standar tertinggi pada aspek ketahanan bencana dan efisiensi sirkulasi udara mikro. Bangunan ini dirancang mandiri energi dengan konsumsi daya listrik 40 persen lebih hemat dibandingkan gedung konvensional,” tuturnya kepada Media Semesta di lokasi proyek, Jumat petang.

Baca Juga: BMKG Pasang 150 Radar Cuaca Presisi Tinggi Antisipasi Dampak Fenomena Iklim Ekstrem

Selain struktur istana utama, kompleks lapangan upacara kenegaraan berkapasitas 8.000 tamu undangan serta Plaza Seremoni kini telah dialiri pasokan listrik ramah lingkungan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berdaya 50 Megawatt yang berjarak lima kilometer dari pusat kota.

Simulasi Perpindahan ASN dan Pelayanan Publik Terpadu

Menjelang pembukaan bertahap, Otorita IKN bersama Kementerian PAN-RB mulai menggelar simulasi operasional harian bagi 1.500 aparatur sipil negara (ASN) gelombang pertama yang akan menempati kompleks Rumah Susun ASN dan Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 1 sampai 4.

Dalam simulasi ini, seluruh proses birokrasi pemerintahan dijalankan tanpa kertas (paperless) melalui aplikasi terintegrasi SuperApp Smart Government. Sistem ini menyatukan administrasi surat-menyurat kenegaraan, verifikasi tanda tangan digital berenkripsi militer, hingga manajemen utilitas air minum siap konsumsi dari keran fasilitas umum.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN menegaskan bahwa warga perintis di IKN akan menikmati standar ekosistem kota ramah pejalan kaki dengan jarak tempuh ke seluruh fasilitas transit transportasi umum tak lebih dari 10 menit berjalan kaki.

“Target kita adalah membuktikan bahwa kota masa depan Indonesia bukan sekadar impian di atas cetak biru, melainkan peradaban baru yang siap berdenyut, melayani rakyat, dan menjadi magnet pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa,” pungkasnya menutup paparan teknis.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 2,038 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua