BANDUNG, Media Semesta — Moda transportasi massal modern Kereta Cepat Whoosh membukukan catatan impresif dengan melayani lebih dari enam juta penumpang kumulatif sejak pertama kali dioperasikan secara komersial penuh melintasi koridor Halim Jakarta Timur hingga Tegalluar Sumedang.
Tingkat keterisian kursi rata-rata (load factor) harian pada jam-jam sibuk pagi dan petang stabil bertengger di kisaran 88 hingga 95 persen, membuktikan transformasi kebiasaan mobilitas masyarakat urban antara Jakarta dan kawasan metropolitan Bandung Raya yang kini kian efisien.
Peralihan Budaya Komuter dan Efisiensi Perjalanan
Waktu tempuh 45 menit yang konsisten bebas hambatan macet jalan tol Cipularang menjadi daya tarik utama bagi para pelaku bisnis, pekerja profesional, hingga pelancong keluarga. Integrasi antarmoda melalui kereta pengumpan (feeder) di Stasiun Padalarang juga sukses mengalirkan penumpang ke pusat Kota Bandung hanya dalam waktu 15 menit.
General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengungkapkan bahwa efisiensi waktu yang ditawarkan Whoosh telah menghemat jutaan jam produktif masyarakat sekaligus menekan emisi gas buang karbon sektor transportasi darat secara signifikan.
“Berdasarkan survei internal kami, sekitar 62 persen penumpang Whoosh merupakan mereka yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi roda empat di jalan tol. Peralihan ke moda kereta rel listrik kecepatan tinggi ini berkontribusi nyata pada dekarbonisasi koridor Jawa bagian barat,” jelasnya dalam forum transportasi nasional di Bandung.
Matangkan Feasibility Study Koridor Yogyakarta–Surabaya
Keberhasilan operasional tahap pertama mendorong Kementerian Perhubungan bersama konsorsium BUMN untuk mempercepat studi kelayakan (*Feasibility Study*) perpanjangan jalur kereta cepat menuju Surabaya melalui Kertajati, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, hingga Madiun.
Studi komprehensif ini meneliti aspek topografi pegunungan, pembebasan lahan jalur rel ganda layang, mitigasi sesar gempa aktif, hingga skema pendanaan kreatif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
Sejumlah pakar transportasi menyarankan agar stasiun kereta cepat rute lanjutan dibangun bersisian dengan bandara internasional dan terminal bus tipe A guna menciptakan interkonektivitas multimoda yang mulus.
Pemerintah menargetkan dokumen perencanaan teknis rute Whoosh Surabaya dapat disahkan pada pertengahan tahun depan, membuka jalan bagi terwujudnya koridor ekonomi megapolitan Jawa dari barat hingga ujung timur.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.