Lewati ke konten utama
Ekonomi

Rekor Laba Bersih Perbankan BUMN Tembus Rp140 Triliun, Ditopang Kredit Mikro dan Digital Banking

Ukuran Huruf

JAKARTA, Media Semesta — Kelompok bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)—yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN—berhasil menorehkan sejarah baru dengan mencetak total laba bersih konsolidasian tahunan melampaui angka fantastis Rp140 triliun.

Pencapaian laba rekor ini mencerminkan resiliensi fundamental sektor perbankan Indonesia yang mampu mengonversi pemulihan aktivitas ekonomi domestik menjadi pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) yang sehat dan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang melesat tinggi.

Iklan Sponsor

Performa Gemilang Portofolio Kredit UMKM dan Korporasi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali memimpin perolehan laba berkat keunggulan ekosistem pembiayaan ultra mikro dan segmen usaha rakyat mikro kecil yang menyumbang lebih dari 84 persen portofolio kredit perseroan.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan pesat pada segmen pembiayaan korporasi rantai pasok hilirisasi komoditas dan pembiayaan proyek infrastruktur strategis nasional.

Baca Juga: OJK Rilis Peta Jalan Fintech Lending 2024–2028: Ketatkan Batas Bunga Pinjaman dan Lindungi Konsumen

Direktur Utama BRI menyatakan bahwa transformasi digital melalui aplikasi super BRImo dan jaringan agen perbankan laku pandai di pelosok desa berhasil menekan biaya operasional bank (BOPO) secara luar biasa efisien.

“Melalui integrasi Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, kami telah melayani lebih dari 37 juta debitur kecil yang sebelumnya tidak terjamah perbankan formal. Keuntungan yang kami raih dikembalikan ke kas negara dalam bentuk dividen dan setoran pajak bernilai puluhan triliun rupiah,” ungkapnya dalam laporan paparan publik.

Rasio Kredit Macet Menurun Drastis Menuju Level Terendah

Kualitas kredit perbankan pelat merah juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan rasio kredit bermasalah kotor (*gross non-performing loan/NPL*) rata-rata turun ke kisaran 2,1 persen, jauh di bawah batas toleransi regulator sebesar 5 persen.

Pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dipupuk selama periode pemulihan pandemi terbukti memberikan bantalan likuiditas yang sangat aman bagi stabilitas neraca keuangan bank.

Menteri Badan Usaha Milik Negara mengapresiasi tata kelola bersih (good corporate governance) dan transformasi manajemen risiko yang dijalankan jajaran direksi perbankan BUMN.

Baca Juga: Perum Bulog Pastikan Stok Beras Cadangan Pemerintah Aman 2 Juta Ton, Antisipasi Gejolak Musim Kemarau

Dengan permodalan yang tebal dan efisiensi digital yang matang, bank-bank BUMN dinilai siap menjadi motor penggerak utama target pertumbuhan ekonomi nasional 6 hingga 7 persen dalam lima tahun mendatang.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 1,156 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua