Lewati ke konten utama
Teknologi

Refarming Spektrum Frekuensi 2,3 GHz Tuntas, Kecepatan Unduh Seluler Nasional Naik Rata-Rata 35 Persen

Ukuran Huruf

JAKARTA, Media Semesta — Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama seluruh operator jaringan telekomunikasi seluler nasional (Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren) sukses menyelesaikan penataan ulang pita frekuensi radio (*refarming*) pada spektrum 2,3 GHz dan 2,1 GHz di seluruh klaster wilayah Indonesia.

Proses penataan ulang frekuensi yang melibatkan puluhan ribu pemancar menara Base Transceiver Station (BTS) dari Sabang hingga Merauke ini bertujuan mengelompokkan blok-blok frekuensi yang sebelumnya terpisah (*fragmented*) menjadi blok bersambung (*contiguous*).

Iklan Sponsor

Optimalisasi Kapasitas Kanal Lebar Tanpa Ganggu Layanan Pelanggan

Dengan blok frekuensi yang berdampingan secara utuh tanpa jeda, operator dapat menyalakan teknologi agregasi pembawa (*Carrier Aggregation*) berkapasitas maksimal yang langsung mendongkrak efisiensi spektrum radio dan kualitas jaringan data seluler pengguna.

Uji pengukuran kualitas jaringan pasca-refarming yang dilakukan tim independen menunjukkan lonjakan kecepatan unduh data (*download speed*) rata-rata nasional meningkat drastis hingga 35,4 persen, dari rata-rata 24 Mbps menjadi 32,5 Mbps di jam-jam sibuk malam hari.

Baca Juga: Startup Agritech Asal Bandung Kembangkan Sensor IoT Pendeteksi Unsur Hara Tanah dan Otomasi Irigasi

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo mengapresiasi kerja keras tim teknis operator yang menjalankan migrasi frekuensi pada jendela waktu dini hari tanpa menimbulkan pemadaman layanan (*service outage*) bagi jutaan pelanggan aktif.

“Penataan spektrum ini adalah fondasi krusial bagi kesiapan lelang frekuensi baru 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan segera kita gelar untuk pemerataan sinyal internet broadband di kawasan perdesaan dan jalan tol lintas Jawa-Sumatera,” terangnya di Jakarta.

Pengalaman Bermain Game Online dan Streaming Video Lebih Mulus

Dampak perbaikan kualitas jaringan terasa nyata bagi jutaan penikmat hiburan digital, pekerja jarak jauh, dan komunitas gamer online di berbagai kota sekunder dan daerah kabupaten.

Tingkat latensi jaringan menurun hingga 20 persen dan angka kegagalan pemanggilan data (*packet loss*) mendekati nol, menghilangkan gangguan lag saat panggilan konferensi video maupun siaran langsung di media sosial.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan komitmen para operator untuk terus menambah kerapatan menara BTS berbasis fiber optik guna menyongsong pertumbuhan lalu lintas data yang diprediksi melonjak 40 persen setiap tahunnya.

Baca Juga: Akselerasi Jaringan 5G Mandiri (Standalone) Mulai Diterapkan di Kawasan Industri Otomasi dan Pelabuhan Pintar

Ketersediaan infrastruktur pita frekuensi yang tertata rapi menjadi tulang punggung kokoh bagi keberlangsungan ekosistem ekonomi digital, inklusi keuangan, dan kemajuan pendidikan di seluruh nusantara.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 2,944 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua