BANGKOK, Media Semesta — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok dan KBRI Yangon sukses menuntaskan operasi evakuasi darurat terhadap puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kawasan konflik bersenjata Myawaddy, perbatasan Myanmar-Thailand.
Para WNI yang mayoritas berusia muda tersebut sebelumnya tertipu lowongan kerja fiktif bergaji dolar tinggi sebagai staf pemasaran daring, namun sesampainya di lokasi mereka disekap oleh sindikat kejahatan siber internasional dan dipaksa bekerja 18 jam sehari sebagai operator penipuan cinta dan investasi bodong (*love scamming*).
Evakuasi Melintasi Zona Pertempuran Sungai Moei yang Berbahaya
Operasi penyelamatan berlangsung secara senyap dan penuh risiko tinggi mengingat kawasan Myawaddy dikuasai oleh kelompok milisi bersenjata pemberontak etnis yang sedang terlibat kontak tembak dengan pasukan militer junta Myanmar.
Tim satuan tugas perlindungan WNI Kemlu RI berkoordinasi erat dengan aparat militer Kerajaan Thailand dan lembaga kemanusiaan internasional untuk membuka rute penyeberangan darurat melintasi Sungai Moei menuju wilayah aman di Mae Sot, Thailand, pada dini hari.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dievakuasi dengan selamat dan saat ini berada di bawah perlindungan aman KBRI Bangkok.
“Kondisi psikologis para korban sangat terguncang karena mereka mengalami penyiksaan fisik, pemotongan gaji sepihak, dan ancaman penjualan organ tubuh bila gagal mencapai target penipuan korban. Kami memberikan pendampingan trauma healing dan pemeriksaan medis menyeluruh sebelum mereka diterbangkan pulang ke tanah air,” jelasnya di Bangkok.
Kolaborasi Bareskrim Polri Jerat Agen Perekrut di Tanah Air
Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, para korban difasilitasi pemulangan ke kampung halaman masing-masing di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan BP2MI.
Di saat bersamaan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bergerak cepat menangkap sejumlah agen calo perekrut di tanah air yang berperan membuat paspor wisata dan memberangkatkan para korban melalui jalur tikus tanpa visa kerja resmi.
Pemerintah Indonesia kembali mengingatkan masyarakat luas agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji puluhan juta rupiah di luar negeri yang diiklankan secara mencurigakan di media sosial Telegram atau Facebook.
Kemlu RI berkomitmen terus memperkuat diplomasi penegakan hukum transnasional di tingkat ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) guna membongkar tuntas sindikat perdagangan manusia yang mengeksploitasi anak-anak muda di kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.