Lewati ke konten utama
Internasional

WHO Tetapkan Balai Pengawasan Obat Indonesia sebagai Pusat Pelatihan Vaksin mRNA Global Regional Asia

Ukuran Huruf

JENEWA, Media Semesta — Organisasi Kesehatan Dunia (*World Health Organization/WHO*) secara resmi menetapkan institusi manufaktur vaksin milik negara PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, sebagai Pusat Pelatihan dan Pengalihan Teknologi Vaksin mRNA Global (*Global mRNA Vaccine Technology Transfer Hub*) untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Penetapan prestisius ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal WHO di Jenewa, Swiss, setelah tim auditor independen internasional menuntaskan evaluasi komprehensif terhadap standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), fasilitas clean room laboratorium biosafety level 3 (BSL-3), dan rekam jejak kepatuhan regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Iklan Sponsor

Bio Farma Latih Ilmuwan dari 25 Negara Berkembang Asia Pasifik

Sebagai pusat pelatihan resmi PBB, fasilitas bioteknologi Bio Farma akan menjadi kawah candradimuka pelatihan transfer teknologi perancangan dan manufaktur vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) bagi ratusan peneliti, ilmuwan virologi, dan teknisi laboratorium farmasi dari 25 negara berkembang.

Pelatihan intensif ini mencakup sintesis rantai molekul mRNA, teknik enkapsulasi nanopartikel lipid (LNP), kontrol kualitas kemurnian enzimatis, hingga protokol pengujian stabilitas vaksin pada suhu beku ultra-dingin.

Baca Juga: Diplomasi Kemanusiaan: Bantuan Obat dan Tim Medis Darurat RI Tembus Koridor Perbatasan Rafah Menuju Gaza

Direktur Jenderal WHO menyampaikan pujian setinggi-tingginya kepada Indonesia atas dedikasi dan kepemimpinan moralnya dalam memperjuangkan kesetaraan akses vaksin global (*vaccine equity*) bagi negara-negara dunia ketiga.

“Krisis pandemi silam memberi pelajaran pahit bahwa dunia tidak boleh menggantungkan keselamatan nyawa miliaran warganya pada segelintir pabrikan vaksin di negara-negara barat. Indonesia kini berdiri sebagai mercusuar kemandirian bioteknologi kesehatan yang siap membagi ilmu dan menyelamatkan nyawa jutaan umat manusia,” ungkapnya dalam seremoni penganugerahan piagam WHO.

Kemandirian Produksi Vaksin Tuberkulosis, Malaria, dan Kanker

Penguasaan platform teknologi mutakhir mRNA ini membuka pintu revolusioner bagi industri farmasi nasional untuk memproduksi vaksin generasi baru buatan sendiri, tidak hanya untuk pencegahan infeksi virus pernapasan, melainkan vaksin terapeutik untuk penyakit mematikan seperti tuberkulosis paru, malaria tropis, dan terapi imunoterapi kanker.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa penunjukan WHO ini merupakan lompatan raksasa yang menempatkan Indonesia di jajaran elit negara-negara pelopor bioteknologi kesehatan presisi dunia.

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan pendanaan riset genomik berkelanjutan dan fasilitas insentif perpajakan super tax deduction bagi kolaborasi riset biomedis antara industri dan perguruan tinggi nasional.

Baca Juga: KTT ASEAN Sepakati Perluasan Konektivitas Pembayaran Digital Regional dan Penguatan Tata Kelola Maritim

Pencapaian bersejarah di panggung kesehatan internasional ini membuktikan bahwa karya ilmiah dan keahlian tenaga ahli bioteknologi Indonesia diakui sejajar dan menjadi rujukan terpercaya di mata komunitas sains dunia.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 2,269 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua