KARAWANG, Media Semesta — Kinerja ekspor industri manufaktur otomotif Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah pengapalan kendaraan bermotor utuh (*Completely Built Up/CBU*) rakitan pabrik dalam negeri menembus angka lebih dari 500.000 unit ke 93 negara tujuan ekspor di lima benua.
Capaian spektakuler ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai hub manufaktur dan pusat perakitan otomotif terdepan di kawasan belahan bumi selatan, melampaui volume ekspor sejumlah negara pesaing regional di Asia Tenggara.
Dominasi Model SUV Kompak dan Mobil Keluarga Berdaya Tahan Tinggi
Produk otomotif buatan Karawang, Bekasi, dan Cikarang berhasil menembus pasar ketat di negara-negara Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, hingga Australia dan Selandia Baru berkat keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, serta ketangguhan suspensi kendaraan di medan tropis ekstrem.
Kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) rata-rata mobil rakitan Indonesia telah melampaui level 80 persen, melibatkan rantai pasok ribuan industri kecil menengah (IKM) pemasok komponen presisi logam, karet, kabel, dan kaca otomotif lokal.
Menteri Perindustrian dalam upacara seremoni pelepasan ekspor menyatakan bahwa industri otomotif adalah salah satu motor penggerak utama pembentukan produk domestik bruto (PDB) manufaktur nasional dengan efek pengganda (*multiplier effect*) yang sangat luas.
“Pabrikan global seperti Toyota, Daihatsu, Hyundai, Mitsubishi, dan Suzuki telah mempercayakan lini produksi model global mereka di pabrik Indonesia. Ini bukti sahih bahwa daya saing dan kualitas keterampilan tenaga kerja perakitan kita berada di level kelas dunia,” tegasnya di Pelabuhan Patimban, Subang.
Perluasan Pelabuhan Patimban Akselerasi Kelancaran Logistik Ekspor
Kelancaran arus pengapalan ribuan unit mobil setiap pekannya didukung oleh operasional penuh terminal kendaraan Pelabuhan Patimban Jawa Barat yang terhubung langsung melalui akses jalan tol logistik bebas hambatan.
Waktu tunggu kapal pengangkut kendaraan (*car carrier*) di dermaga berhasil dipangkas dari semula 3 hari menjadi kurang dari 18 jam, menekan biaya logistik per unit mobil hingga 25 persen dibandingkan pengiriman lewat pelabuhan konvensional.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan ekspor mobil CBU dapat menembus level 600.000 unit pada tahun mendatang dengan mulai diekspornya model mobil hybrid listrik (HEV) dan mobil listrik murni (BEV) rakitan lokal.
Dukungan perjanjian perdagangan bebas bilateral seperti I-EUTPA dan RCEP diharapkan membuka pintu tarif bea masuk nol persen ke pasar-pasar nontradisional baru yang menjanjikan.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.