JAKARTA, Media Semesta — Program percepatan konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi sepeda motor bertenaga listrik yang digulirkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan lonjakan partisipasi menggembirakan setelah nilai bantuan subsidi pemerintah dinaikkan menjadi Rp10 juta per unit motor.
Kemudahan proses perizinan satu pintu dan percepatan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) bertanda khusus listrik oleh Korlantas Polri membuat ratusan pengemudi ojek daring dan pekerja komuter berbondong-bondong mendaftarkan motor bebek dan skutik tua mereka ke bengkel konversi resmi bersertifikat.
Penghematan Biaya Bensin hingga Satu Juta Rupiah per Bulan bagi Ojol
Bagi para pengemudi ojek daring yang menempuh jarak mobilitas harian antara 100 hingga 150 kilometer di jalanan perkotaan, peralihan dari motor bensin ke motor listrik konversi memberikan dampak penghematan finansial dapur keluarga yang sangat nyata.
Dengan memanfaatkan sistem tukar baterai (*battery swapping*) di stasiun penukaran baterai umum (SPBKU) dengan tarif sewa harian terjangkau, pengemudi ojol dapat menghemat pengeluaran rutin pembelian bensin Pertalite dan biaya ganti oli mesin hingga Rp1 juta per bulan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM memaparkan bahwa konversi motor bensin menjadi motor listrik adalah solusi paling taktis dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi beban subsidi energi APBN.
“Setiap satu liter bensin yang tidak terbakar di knalpot motor menghemat devisa impor BBM negara dan mencegah 2,3 kilogram karbon terlepas ke udara. Melalui konversi, motor lama masyarakat disulap menjadi motor baru bertenaga bersih tanpa harus membeli motor baru dari dealer,” tegasnya saat meninjau Bengkel Konversi ESDM di Jakarta Selatan.
Perluasan Jaringan Bengkel Konversi Grade A Tersertifikasi
Kementerian ESDM telah membina dan memberikan sertifikasi kompetensi kepada lebih dari 120 bengkel konversi swasta dan SMK Pusat Keunggulan di Jawa, Bali, dan Sumatera untuk melayani paket perakitan kit motor listrik berdaya 2 kW hingga 3 kW.
Seluruh komponen paket konversi—mulai dari motor listrik tipe brushless DC (BLDC), kontroler cerdas, baterai lithium berpelindung aluminium tahan air IP67, hingga sistem pengereman regeneratif—wajib mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) demi menjamin keselamatan berkendara.
Pemerintah daerah di berbagai provinsi turut memberikan insentif pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) nol rupiah bagi motor hasil konversi resmi.
Program konversi berbasis pemberdayaan bengkel lokal ini ditargetkan mampu mengonversi minimal 50.000 unit sepeda motor per tahun, membuka lapangan kerja mekanik muda di era elektrifikasi transportasi nasional.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.