JAKARTA, Media Semesta — PT Pertamina Patra Niaga memperluas distribusi dan jaringan pemasaran bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan berbasis energi terbarukan, Pertamax Green 95, ke lebih dari 150 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Malang.
BBM ramah lingkungan ini merupakan hasil formulasi pencampuran bahan bakar bensin beroktan tinggi dengan bioetanol sebesar 5 persen (E5) yang diproduksi dari fermentasi molase tetes tebu perkebunan tebu lokal di Jawa Timur.
Angka Oktan RON 95 Tingkatkan Efisiensi Pembakaran Ruang Mesin
Dengan nilai Research Octane Number (RON) 95 murni, Pertamax Green 95 dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi mesin kendaraan modern berteknologi injeksi langsung (*Direct Injection*) dan turbocharger dengan rasio kompresi tinggi di atas 10:1.
Kandungan oksigen alami dalam molekul bioetanol menghasilkan proses pembakaran ruang bakar mesin yang jauh lebih sempurna, mencegah gejala ketukan mesin (*knocking*), serta membersihkan kerak karbon pada klep hisap dan ruang piston kendaraan secara bertahap.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa uji laboratorium dan uji jalan (*road test*) sejauh 50.000 kilometer pada berbagai jenis mobil penumpang membuktikan emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) terpangkas hingga 14 persen.
“Konsumen mendapatkan dua keuntungan sekaligus: performa akselerasi tarikan mesin kendaraan yang lebih bertenaga dan responsif, sekaligus berkontribusi langsung pada penurunan polusi udara kota dan mendukung transisi energi hijau nasional,” terangnya di SPBU MT Haryono, Jakarta Selatan.
Dukungan bagi Ketahanan Petani Tebu dan Penghematan Devisa Negara
Pengembangan bauran bioetanol merupakan bagian dari komitmen peta jalan transisi energi pemerintah yang sejalan dengan kesuksesan mandatori bauran biodiesel sawit B35 di sektor bahan bakar solar.
Serapan bioetanol dari pabrik pengolahan tebu BUMN PTPN I Sugar Co memberikan jaminan kepastian pasar bagi ribuan petani tebu rakyat di Jawa Timur dan Lampung untuk meningkatkan produktivitas panen tebu mereka.
Pemerintah menargetkan bauran bioetanol secara bertahap dapat dinaikkan menjadi E10 dan E20 seiring berdirinya pabrik bioetanol baru di Merauke, yang diperkirakan mampu menghemat devisa impor minyak mentah ratusan triliun rupiah per tahun.
Kehadiran Pertamax Green 95 memberi pilihan bahan bakar berkualitas tinggi bagi para pemilik kendaraan bermotor yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kemandirian energi bangsa.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.