KUDUS, Media Semesta — Industri manufaktur sepeda motor listrik karya anak bangsa menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional setelah dua pabrikan terkemuka dalam negeri, PT Ilectra Motor Group (Alva Auto) dan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron EV), sukses menyabet penghargaan desain ergonomis dan ketahanan teknologi baterai terbaik di ajang Asia Pacific Green Mobility Awards di Singapura.
Pengakuan prestisius ini membuktikan bahwa motor listrik rakitan pabrik Cikarang dan Kudus tidak hanya memiliki keunggulan estetika desain futuristik yang memikat mata, melainkan memiliki durabilitas komponen teknis yang telah teruji tangguh di medan jalanan ekstrem tropis nusantara.
Uji Rendam Air Baterai Selama Tiga Puluh Menit Tanpa Kebocoran Arus
Kunci keunggulan teknologi motor listrik Alva Cervo dan Polytron Fox-R terletak pada sistem perlindungan kemasan baterai lithium yang telah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu internasional berskala IP67 (*Ingress Protection 67*).
Dalam pengujian ekstrem di hadapan tim penilai independen, unit baterai dan motor penggerak roda tengah (*mid-drive motor*) direndam di dalam bak air sedalam satu meter selama 30 menit penuh tanpa mengalami kebocoran arus listrik ataupun penurunan voltase daya sama sekali.
Head of Product Development Polytron EV menjelaskan bahwa ketangguhan baterai terhadap rendaman air menjadi syarat mutlak perancangan motor listrik di Indonesia yang sering dihadapkan pada genangan banjir rob dan hujan lebat perkotaan.
“Kami merancang arsitektur sasis dan kompartemen baterai dengan segel gasket ganda berbahan karet fluoropolimer tahan panas. Pengendara tidak perlu panik atau ragu saat harus melintasi jalanan tergenang air setinggi betis orang dewasa,” terangnya di fasilitas pabrik Polytron Kudus, Jawa Tengah.
Layanan Tukar Baterai Cepat dan Fitur Pelacak Anti-Maling Terintegrasi IoT
Kedua pabrikan lokal ini juga melengkapi produk mereka dengan modul Internet of Things (IoT) terhubung ke aplikasi smartphone yang memungkinkan pemilik melacak koordinat lokasi motor via GPS, mematikan mesin dari jarak jauh saat terindikasi pencurian, serta memantau status kesehatan sel baterai (*State of Health/SoH*).
Skema sewa baterai bulanan (*battery-as-a-service*) yang dipelopori Polytron sukses menekan harga beli awal motor listrik menjadi setara dengan harga motor matik bensin entry-level di kisaran Rp13 jutaan setelah dipotong subsidi pemerintah.
Kementerian Perindustrian menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan kedua jenama lokal ini yang mampu menembus angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen dan mulai merambah pasar ekspor ke negara tetangga Filipina dan Vietnam.
Keberhasilan motor listrik karya anak bangsa ini membuktikan bahwa talenta insinyur muda Indonesia mampu berdiri sejajar merajai inovasi teknologi mobilitas listrik masa depan di kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.