JAKARTA, Media Semesta — Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengumumkan bahwa realisasi penanaman modal kumulatif di 22 Kawasan Ekonomi Khusus di seluruh wilayah Indonesia berhasil menyentuh rekor Rp180,5 triliun sepanjang tahun berjalan.
Pertumbuhan investasi yang menggembirakan ini diikuti oleh penyerapan langsung lebih dari 130.000 tenaga kerja lokal terampil serta terbentuknya ekosistem rantai pasok industri bernilai tambah tinggi di berbagai wilayah luar Pulau Jawa.
Daya Tarik KEK Manufaktur dan Ekonomi Digital Batam
KEK Kendal di Jawa Tengah dan KEK JIIPE Gresik di Jawa Timur menjadi primadona bagi investor manufaktur komponen otomotif listrik, pengolahan tembaga katoda, dan perakitan elektronik presisi asal Eropa, Taiwan, dan Korea Selatan.
Sementara itu, KEK Nongsa Digital Park di Batam mencatat lonjakan investasi bernilai miliaran dolar dari konsorsium teknologi global yang membangun fasilitas pusat data tier 4 (data center) dan studio animasi berorientasi ekspor kreatif.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK menjelaskan bahwa kemudahan fasilitas fiskal berupa tax holiday hingga 20 tahun dan pembebasan bea impor barang modal menjadi daya pikat utama yang membedakan KEK Indonesia di mata investor dunia.
“Pelayanan satu pintu terpadu (one-stop service) di KEK memangkas proses perizinan dari yang semula memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya hitungan jam melalui sistem OSS RBA yang transparan dan bebas pungli,” tuturnya dalam konferensi pers Kemenko Perekonomian.
Transformasi KEK Kesehatan Sanur Menuju Pusat Wisata Medis Dunia
Di sektor pariwisata dan jasa, KEK Kesehatan Sanur di Bali mulai beroperasi dengan menghadirkan rumah sakit internasional spesialis bedah estetik, onkologi, dan terapi sel punca (stem cell) bekerja sama dengan klinik medis ternama Amerika Serikat dan Jepang.
Kehadiran KEK Sanur diproyeksikan mampu menyelamatkan devisa negara sekitar Rp85 triliun per tahun yang selama ini dibelanjakan warga negara Indonesia untuk berobat ke Singapura dan Malaysia.
Dewan Nasional KEK terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap setiap administrator kawasan guna memastikan target pembangunan infrastruktur pelabuhan dan instalasi pengolahan limbah mandiri berjalan tepat waktu.
Pemerintah optimis KEK akan terus menjadi lokomotif pemerataan pertumbuhan ekonomi inklusif yang menyebarkan kemakmuran dan lapangan kerja berkualitas ke berbagai penjuru nusantara.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.