SEMARANG, Media Semesta — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR menuntaskan pemasangan dan komisioning jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tipe pengisian super cepat (*Ultra-Fast Charging*) di seluruh tempat istirahat (rest area) sepanjang koridor Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi.
Dengan tambahan instalasi baru ini, total titik SPKLU yang beroperasi aktif di jalur arteri dan jalan tol Trans Jawa telah menembus angka 200 unit stasiun pengisi daya berkapasitas besar, memastikan perjalanan jarak jauh para pemilik mobil listrik antar-provinsi berlangsung mulus tanpa kekhawatiran kehabisan daya baterai di tengah jalan.
Pengisian Daya Baterai Dua Puluh Menit Selagi Pengemudi Bersantap Siang
Perangkat SPKLU generasi terbaru yang dipasang PLN mengadopsi konektor standar CCS2 bertenaga arus searah (*DC Fast Charging*) dengan rentang daya mulai dari 100 kW hingga 200 kW.
Dengan kapasitas daya masif tersebut, mobil listrik dengan kapasitas baterai 60 kWh dapat mengisi ulang daya dari posisi 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 20 hingga 25 menit, waktu yang sangat selaras dengan jeda istirahat wajar pengemudi untuk shalat atau menyantap makan siang di rest area.
Direktur Utama PLN menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di seluruh gardu rest area tol telah diperkuat dengan pasokan cadangan penyulang ganda tanpa kedip guna menjamin keandalan pengisian daya saat terjadi lonjakan arus mudik serentak.
“Kami menempatkan petugas teknisi piket siaga 24 jam di setiap rest area tol utama. Pengguna mobil listrik kini dapat memantau ketersediaan slot pengisian SPKLU secara real-time dan memesan antrean terlebih dahulu melalui fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile,” paparnya di Rest Area KM 379A Batang.
Dukungan Mobil Pengisi Daya Keliling Darurat di Jalur Tol
Guna mengantisipasi situasi darurat di mana kendaraan kehabisan baterai sebelum mencapai rest area terdekat, PLN menyiagakan armada mobil derek khusus (*Mobile EV Charger*) yang dilengkapi baterai portabel berkapasitas 50 kWh.
Armada darurat ini siap meluncur ke bahu jalan tol untuk memberikan suntikan daya baterai darurat yang cukup bagi mobil listrik untuk mencapai stasiun pengisian terdekat secara mandiri.
Asosiasi Pengguna Kendaraan Listrik Indonesia (APKLINDO) menyambut gembira perluasan jaringan SPKLU ini yang dinilai telah menghilangkan sepenuhnya fobia perjalanan luar kota bagi para pengguna mobil listrik di Indonesia.
Penguatan infrastruktur pengisian daya ramah lingkungan ini menjadi tonggak penting terwujudnya ekosistem mobilitas hijau nasional yang saling terhubung dari barat hingga timur nusantara.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.