LIMA, Media Semesta — Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (*Indonesia-Latin America and the Caribbean/INA-LAC Business Forum*) yang digelar di Lima, Peru, sukses membukukan total komitmen transaksi perdagangan dan investasi bernilai lebih dari Rp15,2 triliun (setara US$975 juta).
Pencapaian transaksi dagang rekor ini membuktikan keberhasilan strategi diplomasi ekonomi Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan RI dalam membuka penetrasi pasar ekspor nontradisional baru yang selama ini belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha nasional.
Diversifikasi Ekspor Unggulan dari Produk Pupuk Hingga Gerbong Kereta
Produk-produk unggulan manufaktur BUMN dan swasta Indonesia mendapat sambutan luar biasa dari para importir Amerika Latin, di antaranya kontrak pasokan pupuk urea dari PT Pupuk Indonesia untuk sektor agribisnis Brasil dan Cile senilai Rp4,2 triliun.
Selain itu, PT Industri Kereta Api (INKA) Persero berhasil mengamankan pesanan awal 120 unit gerbong kereta barang kargo untuk jaringan rel tambang di Peru dan Bolivia, membuktikan keandalan rekayasa teknik sarana perkeretaapian buatan Madiun di kancah internasional.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI menjelaskan bahwa kawasan Amerika Latin yang berpenduduk lebih dari 650 juta jiwa dengan kesamaan karakter geografis merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk hilirisasi Indonesia.
“Jarak geografis ribuan mil tidak lagi menjadi penghalang bagi ekspansi dagang Indonesia. Dengan tarif preferensi melalui kerja sama Comprehensive Economic Partnership Agreement, produk ban karet, alas kaki, minyak kelapa sawit olahan, dan farmasi herbal kita mampu bersaing ketat merebut pasar benua Amerika,” jelasnya di sela penandatanganan kontrak bisnis.
Perjanjian Kemitraan Dagang Komprehensif dengan Blok Mercosur Dimatangkan
Forum bisnis ini dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mengakselerasi perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan blok ekonomi Mercosur (Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay) guna memangkas tarif bea masuk impor hingga nol persen.
Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) juga berhasil menandatangani kontrak penjualan biji kopi arabika specialty asal Aceh Gayo, Mandailing, dan Toraja ke jaringan roastery premium di Buenos Aires dan Santiago.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengapresiasi fasilitasi diplomatik yang membuka akses jejaring temu bisnis tatap muka langsung (*B2B matching*) dengan lebih dari 250 pebisnis papan atas Amerika Latin.
Ekspansi pasar nontradisional ini menjadi bukti nyata ketangguhan perdagangan luar negeri Indonesia yang terus berekspansi memperluas kemitraan ekonomi ke seluruh penjuru dunia tanpa bergantung pada segelintir pasar tradisional semata.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.