SLEMAN, Media Semesta — Panggung terbuka candi cagar budaya dunia Candi Prambanan di perbatasan Sleman-Klaten bermandikan cahaya tata lampu megah seiring digelarnya pementasan perdana mahakarya teater musikal tari kolosal bertajuk The Legend of Roro Jonggrang: Seribu Candi Cinta Abadi.
Pementasan spektakuler yang dihelat di bawah terangnya purnama penuh ini disaksikan langsung oleh lebih dari 3.500 penonton yang terdiri dari para tokoh budayawan nasional, pejabat korps diplomatik kedutaan asing, dan pelancong mancanegara yang terpukau oleh keindahan harmoni gerak seni tari tradisi Jawa klasik.
Tata Proyeksi Pemetaan Cahaya (3D Video Mapping) di Dinding Candi Siwa
Daya tarik paling memukau dari pagelaran musikal tahun ini adalah integrasi teknologi proyeksi pemetaan cahaya tiga dimensi (*3D Architectural Projection Mapping*) yang memproyeksikan visual animasi kilat petir, kepulan asap kawah gunung berapi, dan pertempuran gaib pasukan jin secara presisi di atas relief batu purba Candi Siwa setinggi 47 meter.
Sebanyak 120 penari profesional mengenakan kostum megah berornamen prada emas menampilkan gerak tari Bedhaya yang gemulai bersanding dengan tarian keprajuritan gagah yang diiringi gending orkestra gamelan berpadu gesekan cello simfoni.
Direktur Artistik Pagelaran memaparkan bahwa riset penataan artistik dan komposisi koreografi telah dijalankan selama delapan bulan bersama para empu tari keraton guna menjaga kemurnian filosofi pakem cerita legenda rakyat sembari menyuntikkan ritme dramaturgi modern yang memikat penonton masa kini.
“Legenda Roro Jonggrang bukan sekadar kisah penolakan cinta Bandung Bondowoso, melainkan metafora abadi tentang keteguhan prinsip perempuan, batas ambisi keserakahan manusia, dan lahirnya mahakarya seni seribu candi yang abadi melintasi zaman,” tuturnya usai pementasan di Prambanan Open Air Theatre.
Penggerak Wisata Budaya Malam Hari di Kawasan Candi Warisan Dunia
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) menyampaikan bahwa pertunjukan teater musikal berskala internasional ini dirancang menjadi agenda seni pertunjukan reguler akhir pekan guna memperpanjang durasi tinggal (*length of stay*) dan belanja wisatawan di kawasan Yogyakarta dan Solo Raya.
Kamar hotel di sekitar kawasan Prambanan dan restoran kuliner tradisional mencatatkan lonjakan reservasi penuh di setiap jadwal malam pementasan.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mendukung penuh pagelaran ini sebagai etalase diplomasi kebudayaan kelas dunia yang mempromosikan pariwisata berbasis pelestarian warisan peradaban leluhur bangsa.
Kemegahan pementasan di bawah langit Prambanan ini menjadi bukti agung bahwa warisan seni tradisi nusantara memiliki daya magis abadi yang mampu menyatukan penikmat seni dari berbagai penjuru dunia dalam kekaguman rasa yang mendalam.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.