JAKARTA, Media Semesta — Panggung megah Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta menjadi saksi kemenangan gemilang film drama kemanusiaan epik berjudul Kidung Laut Selatan yang berhasil dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik tahun ini.
Film berdurasi 135 menit yang mengangkat kisah ketabahan keluarga nelayan pesisir menghadapi badai anomali iklim dan perjuangan perempuan penjaga mercusuar purba tersebut sukses menyapu bersih tujuh kategori penghargaan bergengsi, termasuk Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Tata Musik Asli Terbaik.
Eksplorasi Artistik Menghanyutkan dan Kedalaman Akting Emosional
Dewan Juri Akhir FFI yang terdiri dari sineas senior, kritikus film terkemuka, dan budayawan sepakat memilih karya ini berkat keberanian eksplorasi estetika sinematografinya yang memukau serta kemampuannya merajut narasi tragedi sosial menjadi puisi visual yang sangat menggugah nurani kemanusiaan.
Pemeran utama wanita berhasil membawa pulang Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik setelah menampilkan transformasi akting yang sangat intens, mendalam, dan emosional tanpa sedikitpun terjebak pada dramatisasi berlebih.
Dalam pidato kemenangannya yang diwarnai tepukan tangan berdiri (*standing ovation*) para insan perfilman yang memadati aula, sang sutradara perempuan muda mendedikasikan piala berlapis emas tersebut untuk seluruh masyarakat pesisir kepulauan nusantara yang hidupnya senantiasa bergulat menjaga kelestarian laut.
“Piala Citra ini adalah milik para nelayan tradisional dan keluarga perempuan pesisir yang suaranya sering kali teredam ombak. Sinema adalah cermin kejujuran jiwa bangsa, dan kami bersyukur karya ini dapat menyuarakan ketabahan nurani mereka ke panggung terhormat ini,” ucapnya penuh haru di atas panggung FFI.
Kategori Musik dan Sinematografi Gunakan Instrumen Akustik Nusantara
Pujian khusus juga diberikan kepada penata musik film yang berhasil mengawinkan harmoni gesekan biola orkestra simfoni dengan lantunan dawai sasando Rote dan suling bambu Toraja yang melatari adegan klimaks film dengan magis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengumumkan bahwa film peraih Film Terbaik FFI ini akan mendapatkan fasilitasi penuh dari pemerintah untuk didaftarkan mewakili Indonesia dalam seleksi kategori Film Fitur Internasional Terbaik di ajang Academy Awards (Piala Oscar) tahun depan.
Penyelenggaraan FFI tahun ini mencatatkan partisipasi rekor dengan lebih dari 110 film cerita panjang yang didaftarkan dari berbagai rumah produksi besar maupun komunitas sinema independen dari Aceh hingga Papua.
Malam puncak apresiasi FFI menegaskan kembali komitmen para sineas Indonesia untuk terus melahirkan karya-karya sinema bermutu tinggi yang memperkaya khazanah peradaban kebudayaan bangsa di mata dunia.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.