JAKARTA, Media Semesta — Halaman rumput megah Istana Merdeka Jakarta diselimuti keharuan mendalam seiring digelarnya konser musik orkestra akbar bertajuk Konser Simfoni Kebangsaan: Menghormati Sang Maestro Ismail Marzuki yang diprakarsai oleh Sekretariat Presiden bersama Badan Pelestarian Nilai Budaya.
Didukung oleh 90 musisi orkestra simfoni nasional Jakarta Simfonia Orchestra dan paduan suara gabungan mahasiswa, konser kenegaraan ini menyajikan kembali 16 karya lagu abadi ciptaan komponis besar pahlawan nasional Ismail Marzuki dalam balutan aransemen orkestrasi simfoni yang megah, puitis, dan membangkitkan rasa nasionalisme kebangsaan.
Aransemen Megah Menggetarkan Lagu Rayuan Pulau Kelapa dan Sepasang Mata Bola
Melodi tiupan serunai flute dan gesekan orkestra biola membuka lantunan lagu legendaris Rayuan Pulau Kelapa, membawa ribuan tamu undangan terhanyut dalam visualisasi keindahan bentang alam kepulauan zamrud khatulistiwa Indonesia.
Suasana kian syahdu saat penyanyi tenor kebanggaan tanah air membawakan lagu Sepasang Mata Bola dan Gugur Bunga dengan penghayatan vokal yang begitu bertenaga dan penuh penjiwaan, membuat sejumlah menteri dan tokoh pejuang veteran kemerdekaan tak kuasa menahan air mata haru.
Konduktor orkestra simfoni menyampaikan bahwa karya-karya Ismail Marzuki memiliki keabadian melodi (*timeless melody*) dan kedalaman lirik sastra puitis yang tidak akan pernah lekang oleh gerusan pergantian zaman.
“Ismail Marzuki adalah komposer genius yang menulis lagu bukan dari atas menara gading, melainkan dari denyut nadi penderitaan, cinta, dan kobaran semangat rakyat jelata di masa revolusi fisik kemerdekaan. Tugas generasi kami adalah melestarikan mahakarya emas ini dengan kemegahan aransemen yang layak dipentaskan di panggung filharmonik dunia,” ucapnya dengan mata berbinar di pelataran istana.
Peluncuran Album Restorasi Pita Master Asli Kualitas Audio Definisi Tinggi
Dalam kesempatan istimewa ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan RRI meluncurkan proyek restorasi digital pita kaset dan piringan hitam master asli rekaman lagu-lagu Ismail Marzuki ke dalam format audio definisi tinggi (Hi-Res Audio 96kHz/24-bit).
Arsip rekaman bersejarah yang sempat tersimpan berdebu selama puluhan tahun tersebut kini dapat diakses dan diunduh secara gratis oleh seluruh rakyat Indonesia melalui portal kebudayaan digital Kemendikbudristek.
Presiden Republik Indonesia yang hadir bersama Ibu Negara menyampaikan rasa hormat dan terima kasih tak terhingga kepada keluarga almarhum sang maestro atas warisan kebudayaan yang tak ternilai harganya bagi persatuan bangsa.
Gema simfoni kebangsaan di halaman istana kepresidenan ini menjadi pengingat luhur bahwa seni musik adalah perekat jiwa bangsa yang senantiasa menuntun Indonesia tetap tegak, rukun, dan berdaulat dalam kepribadian kebudayaannya.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.