JAKARTA, Media Semesta — Karya-karya emas sang legenda musik pop Indonesia mendiang Chrisye kembali menemukan nafas kehidupan baru yang memikat jutaan pendengar muda seiring peluncuran proyek album tribut musisi lintas generasi bertajuk Chrisye: The Timeless Legacy yang diproduksi oleh Musica Studios.
Proyek album prestisius yang digarap selama satu tahun penuh ini melibatkan sepuluh solois dan grup musik muda papan atas terpopuler saat ini—termasuk Tulus, Raisa, Isyana Sarasvati, Diskoria, dan Sheila on 7—yang menafsirkan ulang lagu-lagu legendaris almarhum dalam berbagai eksplorasi genre musik segar mulai dari City Pop, Neo Soul, hingga Lo-Fi Jazz kontemporer.
Harmonisasi Vokal Asli Pita Rekaman Chrisye dengan Aransemen Masa Kini
Salah satu trek lagu yang paling menyita perhatian adalah lagu Kala Cinta Menggoda yang digarap dengan konsep duet virtual ajaib, di mana rekaman vokal asli almarhum Chrisye yang diisolasi menggunakan teknologi restorasi audio kecerdasan buatan dipadukan secara harmonis dengan vokal bening para penyanyi muda generasi sekarang.
Dentuman ketukan ritme disko retro era 80-an yang dipadukan dengan gesekan brass section yang ceria berhasil menghadirkan sensasi nostalgia yang hangat bagi para pendengar generasi lawas sekaligus menjadi tontonan musik kekinian yang sangat disukai generasi muda.
Istri mendiang almarhum Chrisye menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas dedikasi para musisi muda yang dengan penuh rasa hormat memperlakukan karya-karya almarhum suaminya seperti permata berharga.
“Melihat anak-anak muda zaman sekarang hafal dan bernyanyi bersama lagu Badai Pasti Berlalu atau Sabda Alam di festival musik membuktikan bahwa cinta dan ketulusan hati yang ditumpahkan almarhum Mas Chrisye dalam bernyanyi akan selalu abadi mengiringi perjalanan hidup anak bangsa,” ungkapnya penuh haru saat peluncuran album di Jakarta.
Piringan Hitam Vinyl Edisi Khusus Ludes Dipesan Para Kolektor Musik
Album tribut ini dirilis dalam format piringan hitam (*vinyl double LP*) edisi khusus terbatas dengan kemasan sampul karya lukisan seniman grafis terkemuka serta didistribusikan secara serentak di seluruh platform streaming digital global.
Penjualan piringan hitam edisi kolektor tersebut ludes dipesan para penikmat musik hanya dalam tempo kurang dari 30 menit sejak loket prapesan dibuka secara daring.
Musica Studios mengonfirmasi bahwa sebagian dari hasil royalti penjualan album dan royalti streaming digital ini akan didonasikan untuk yayasan beasiswa pendidikan anak-anak pelaku seni musik tradisional yang kurang mampu.
Keberhasilan proyek kolaborasi lintas masa ini membuktikan bahwa musik yang lahir dari ketulusan nurani tidak akan pernah pudar dimakan waktu, melainkan terus mekar menjadi jembatan rasa yang menyatukan generasi di masa lalu, kini, dan masa depan.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.