LOMBOK TENGAH, Media Semesta — Pertamina Mandalika International Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, resmi dinyatakan 100 persen siap menggelar seri kejuaraan balap motor paling bergengsi dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Indonesia).
Inspeksi resmi tim keselamatan sirkuit Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports memberikan lisensi Grade A tanpa catatan setelah uji cengkeraman ban (*grip test*) pada lapisan aspal Stone Mastic Asphalt (SMA) mutakhir menorehkan koefisien friksi optimal di seluruh 17 tikungan sirkuit.
Pengaspalan Ulang Berstandar Keselamatan Tertinggi Dunia
Pengaspalan ulang sepanjang 4,31 kilometer lintasan sirkuit melibatkan teknologi pencampuran aspal khusus berdaya rekat tinggi yang tahan terhadap terpaan iklim pesisir laut tropis dan suhu permukaan lintasan yang dapat mencapai 60 derajat Celsius saat balapan siang hari.
Perluasan area limpasan (*run-off area*) berkerikil dan penambahan bantalan udara (*air fence*) di tikungan 10 dan tikungan 11 dirancang untuk meminimalkan risiko benturan pembalap saat terjadi insiden kecelakaan berkecepatan tinggi.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan para pembalap dunia yang memuji Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit terindah dan paling menantang di kalender MotoGP.
“Kombinasi panorama perbukitan hijau dan birunya Samudra Hindia yang melatarbelakangi sirkuit kini disempurnakan dengan kualitas permukaan lintasan yang super mulus. Tidak ada lagi keluhan kerikil terlempar dari aspal seperti pada balapan edisi perdana silam,” jelasnya saat meninjau pit lane sirkuit.
Penjualan Tiket Menembus Angka 100 Ribu Penonton
Tingkat animo pecinta otomotif tanah air dan mancanegara terpantau luar biasa dengan penjualan tiket masuk kategori Grandstand dan VIP Village telah melampaui angka 100.000 lembar tiket terjual habis.
Seluruh kamar hotel berbintang, resor pantai, hingga ratusan unit pondok wisata (homestay) milik warga di lingkar KEK Mandalika dan Kota Mataram mencatatkan tingkat okupansi penuh 100 persen.
Dinas Perhubungan NTB menyiagakan 250 unit bus shuttle gratis ber-AC dari Bandara Internasional Lombok dan Pelabuhan Lembar untuk mengurai potensi kemacetan arus penonton menuju area sirkuit.
Perhelatan akbar olahraga otomotif ini diestimasikan menghasilkan dampak perputaran ekonomi langsung (*economic impact*) senilai lebih dari Rp4,5 triliun bagi sektor pariwisata dan UMKM kreatif masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.