Lewati ke konten utama
Olahraga

Kejuaraan Selancar Dunia WSL Championship Tour di G-Land Banyuwangi Pukau Komunitas Surfing Global

Ukuran Huruf

BANYUWANGI, Media Semesta — Pantai Plengkung atau yang tersohor di kalangan komunitas olahraga air dunia dengan sebutan G-Land di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, sukses memukau ratusan juta penonton internasional sebagai arena kejuaraan selancar ombak dunia World Surf League (WSL) Championship Tour.

G-Land diakui oleh para peselancar profesional dunia sebagai salah satu dari tujuh lokasi ombak kiri terbaik (*Seven Giant Waves Wonder*) di muka bumi berkat karakteristik ombak tabung (*barrel wave*) yang panjang, cepat, dan bergulung sempurna hingga ketinggian 6 meter di atas gugusan karang dangkal.

Iklan Sponsor

Aksi Spektakuler Peselancar Juara Dunia di Dalam Tabung Ombak Sempurna

Para peselancar papan atas dunia dari Hawaii, Australia, Brasil, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan menampilkan aksi manuver aerial spektakuler dan ketahanan meluncur di dalam terowongan ombak tabung selama lebih dari 15 detik yang membuat dewan juri menghadiahi nilai sempurna 10 poin.

Atlet selancar muda kebanggaan Indonesia yang tampil lewat fasilitas wildcard turut unjuk gigi dengan menumbangkan peselancar peringkat lima besar dunia di babak eliminasi pembuka yang disambut sorak suporter lokal.

Baca Juga: Transformasi Liga 1: Penerapan Penuh Teknologi VAR Sukses Pangkas Kontroversi Wasit Hingga 80 Persen

CEO World Surf League menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan masyarakat Banyuwangi dan standar manajemen penyelenggaraan event yang ramah lingkungan (*eco-friendly surfing event*).

“G-Land adalah kuil suci bagi para peselancar sejati. Menunggangi ombak liar di tengah hutan belantara tropis purba yang masih dihuni satwa liar banteng dan macan tutul Jawa adalah pengalaman magis tak terlupakan yang hanya bisa ditemukan di Indonesia,” ungkapnya dalam upacara penyerahan trofi juara.

Promosi Sport Tourism dan Konservasi Hutan Lindung Berkelanjutan

Penyelenggaraan WSL G-Land disiarkan secara langsung melalui jaringan televisi kabel internasional dan kanal streaming daring ke lebih dari 120 negara dengan jangkauan pemirsa mencapai ratusan juta penonton penggemar olahraga pantai.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memanfaatkan momen akbar ini untuk mengkampanyekan pariwisata berbasis kelestarian alam (*ecotourism*) dan konservasi keanekaragaman hayati Taman Nasional Alas Purwo.

Seluruh sarana panggung juri dan tribun penonton di pesisir pantai dibangun menggunakan material kayu bambu ramah lingkungan tanpa penggunaan plastik sekali pakai sama sekali.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Tuntaskan Pengaspalan Ulang, Siap Gelar MotoGP Indonesia dengan Rekor Penonton 100 Ribu

Suksesnya ajang ini membuktikan potensi luar biasa garis pantai kepulauan nusantara sebagai destinasi wisata olahraga air kelas dunia yang mampu menggerakkan ekonomi pariwisata berkelanjutan bagi masyarakat daerah.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 2,855 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua