BANYUWANGI, Media Semesta — Pantai Plengkung atau yang tersohor di kalangan komunitas olahraga air dunia dengan sebutan G-Land di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, sukses memukau ratusan juta penonton internasional sebagai arena kejuaraan selancar ombak dunia World Surf League (WSL) Championship Tour.
G-Land diakui oleh para peselancar profesional dunia sebagai salah satu dari tujuh lokasi ombak kiri terbaik (*Seven Giant Waves Wonder*) di muka bumi berkat karakteristik ombak tabung (*barrel wave*) yang panjang, cepat, dan bergulung sempurna hingga ketinggian 6 meter di atas gugusan karang dangkal.
Aksi Spektakuler Peselancar Juara Dunia di Dalam Tabung Ombak Sempurna
Para peselancar papan atas dunia dari Hawaii, Australia, Brasil, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan menampilkan aksi manuver aerial spektakuler dan ketahanan meluncur di dalam terowongan ombak tabung selama lebih dari 15 detik yang membuat dewan juri menghadiahi nilai sempurna 10 poin.
Atlet selancar muda kebanggaan Indonesia yang tampil lewat fasilitas wildcard turut unjuk gigi dengan menumbangkan peselancar peringkat lima besar dunia di babak eliminasi pembuka yang disambut sorak suporter lokal.
CEO World Surf League menyampaikan apresiasi mendalam atas keramahan masyarakat Banyuwangi dan standar manajemen penyelenggaraan event yang ramah lingkungan (*eco-friendly surfing event*).
“G-Land adalah kuil suci bagi para peselancar sejati. Menunggangi ombak liar di tengah hutan belantara tropis purba yang masih dihuni satwa liar banteng dan macan tutul Jawa adalah pengalaman magis tak terlupakan yang hanya bisa ditemukan di Indonesia,” ungkapnya dalam upacara penyerahan trofi juara.
Promosi Sport Tourism dan Konservasi Hutan Lindung Berkelanjutan
Penyelenggaraan WSL G-Land disiarkan secara langsung melalui jaringan televisi kabel internasional dan kanal streaming daring ke lebih dari 120 negara dengan jangkauan pemirsa mencapai ratusan juta penonton penggemar olahraga pantai.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memanfaatkan momen akbar ini untuk mengkampanyekan pariwisata berbasis kelestarian alam (*ecotourism*) dan konservasi keanekaragaman hayati Taman Nasional Alas Purwo.
Seluruh sarana panggung juri dan tribun penonton di pesisir pantai dibangun menggunakan material kayu bambu ramah lingkungan tanpa penggunaan plastik sekali pakai sama sekali.
Suksesnya ajang ini membuktikan potensi luar biasa garis pantai kepulauan nusantara sebagai destinasi wisata olahraga air kelas dunia yang mampu menggerakkan ekonomi pariwisata berkelanjutan bagi masyarakat daerah.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.