YOGYAKARTA, Media Semesta — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengucurkan dana penguatan permodalan dan transformasi teknologi senilai Rp2,5 triliun untuk merevitalisasi 15.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh pelosok Indonesia.
Program strategis tahun ini menitikberatkan pada pembangunan rantai pasok dingin (cold chain logistics) dan pergudangan pintar di tingkat desa guna menghentikan rantai tengkulak yang kerap memangkas margin keuntungan petani dan peternak lokal.
Cold Storage Bertenaga Surya dan Gudang Pengering Gabah Cerdas
Sebanyak 1.200 unit fasilitas ruang pendingin (cold storage) berbasis energi surya disalurkan ke desa-desa sentra hortikultura, cabai, bawang merah, dan kawasan pesisir nelayan tangkap di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Dengan fasilitas pendingin ini, komoditas hasil bumi yang mudah rusak dapat bertahan segar hingga empat pekan, memberi keleluasaan bagi pengurus BUMDes untuk menjual hasil panen saat harga pasar sedang stabil menguntungkan.
Menteri Desa PDTT menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan nasional sejatinya bertumpu pada kemandirian ekonomi ribuan desa yang berdaulat atas tata niaga produksinya sendiri.
“Petani kita tidak boleh lagi dipaksa menjual gabah basah atau cabai dengan harga anjlok hanya karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai. BUMDes harus menjadi pilar penopang harga dasar yang membela jerih payah keringat petani desa,” tandasnya di Sleman, DIY.
Integrasi Platform Marketplace Agribisnis B2B Nasional
Selain infrastruktur fisik gudang pendingin, para pengelola BUMDes dibekali pelatihan intensif manajemen keuangan berbasis aplikasi akuntansi digital dan akses penjualan langsung ke jaringan perhotelan, katering, dan pasar ritel modern di kota besar.
Melalui kemitraan dengan BUMN Logistik dan BUMN Pangan, hasil panen desa dapat diangkut langsung dengan tarif subsidi tol laut dan kereta api logistik kargo terjadwal.
Dukungan nyata ini berhasil meningkatkan omzet bulanan ratusan BUMDes percontohan hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu enam bulan terakhir sejak digitalisasi diterapkan.
Kemendes menargetkan indeks desa mandiri di Indonesia meningkat tajam seiring hilangnya status desa tertinggal berkat optimalisasi potensi ekonomi lokal yang terkelola secara modern dan profesional.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.