Lewati ke konten utama
Nasional

Revitalisasi Pendidikan Vokasi Nasional Gandeng 500 Industri Global, Lulusan Langsung Terserap

Ukuran Huruf

SURABAYA, Media Semesta — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan capaian gemilang program Revitalisasi Pendidikan Vokasi Nasional setelah menandatangani nota kesepakatan kemitraan strategis dengan 500 konsorsium industri multinasional dan BUMN manufaktur terkemuka.

Kemitraan terpadu model Dual System ala Jerman ini menjamin kurikulum pembelajaran di 1.200 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan dan 49 Politeknik Negeri dirancang bersama praktisi industri, dengan komposisi 70 persen praktik langsung di pabrik dan 30 persen teori di kelas.

Iklan Sponsor

Laboratorium Praktik Modern Standar Industri 4.0

Melalui skema pendanaan padanan (*Matching Fund*), pemerintah bersama mitra industri mengucurkan investasi alat peraga praktik modern senilai Rp1,8 triliun mencakup mesin presisi Computer Numerical Control (CNC) 5-axis, lengan robotika otomasi industri, simulator perawatan baterai mobil listrik, hingga clean room perakitan mikroelektronika.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menyatakan bahwa jurang pemisah (*link and match gap*) antara lulusan sekolah kejuruan dan kebutuhan dunia usaha kini telah dijembatani secara konkret dan berkesinambungan.

Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Catat Rekor 6 Juta Penumpang, Rencana Perpanjangan Rute ke Surabaya Dimatangkan

“Kita membongkar paradigma lama bahwa lulusan SMK adalah penyumbang angka pengangguran. Hari ini, siswa tingkat akhir kita sudah mengantongi sertifikasi kompetensi berstandar internasional yang diakui di Asia Pasifik dan Eropa sebelum ijazah mereka dicetak,” tegasnya dalam pameran karya vokasi di Surabaya.

Skema Magang Bersertifikat dengan Uang Saku Setara UMR

Salah satu terobosan kunci adalah program magang kerja bersertifikat selama satu tahun penuh di lini produksi pabrik mitra industri, di mana para siswa dan mahasiswa vokasi menerima uang saku layak setara upah minimum regional (UMR), jaminan perlindungan asuransi kerja, dan prioritas rekrutmen permanen.

Data survei tracer study nasional menunjukkan tingkat keterserapan kerja lulusan SMK Pusat Keunggulan melesat menyentuh angka 84,6 persen dalam rentang waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan.

Mitra industri dari sektor manufaktur baterai kendaraan listrik dan teknologi informasi bahkan memesan kuota tenaga kerja lulusan politeknik sejak mereka duduk di bangku kuliah semester empat.

Pemerintah optimis transformasi vokasi ini menjadi pilar utama mencetak generasi emas tenaga kerja terampil yang siap mengakselerasi agenda hilirisasi dan industrialisasi teknologi tinggi Indonesia.

Iklan Sponsor
Artikel ini telah dibaca sebanyak 1,186 kali
Gunung Krakatau Erupsi 0:40
REELS

Gunung Krakatau Erupsi

0 0
Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa 0:52
NASIONAL

Aktifis Malaysia Berunjuk Rasa

0 0
Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia 0:59
REELS

Malaysia Bikin Hujan Buatan Redakan Kabut Asap Karhutla Indonesia

0 0
KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS 0:35
REELS

KUNJUNGAN KERJA PRABOWO KE RUSIA DI TENGAH RENTETAN BENCANA MENUAI KRITIK KERAS

0 0

Komentar Pembaca

🛡️
Kebijakan Moderasi Komentar:

Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Anti-bot)

Berita Lainnya

Lihat Semua