Kementerian Pendidikan meluncurkan program pembaruan kurikulum vokasi nasional yang melibatkan kerja sama langsung dengan konsorsium industri manufaktur otomotif dan elektronika presisi.
Kurikulum Berbasis Praktik Industri Nyata
Siswa SMK kini menghabiskan 60 persen jam belajarnya di laboratorium pabrik modern (teaching factory) yang disubsidi oleh mitra industri nasional.
“Lulusan vokasi harus siap pakai dengan sertifikasi kompetensi standar internasional, bukan sekadar memegang ijazah formal,” tutur Direktur Jenderal Vokasi.
Jaminan Magang Bergaji dan Rekrutmen Dini
Perusahaan mitra berkomitmen memberikan uang saku standar UMR selama masa magang dan membuka jalur prioritas rekrutmen bagi siswa berprestasi tinggi.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.