Festival Sinema Nusantara (FSN) resmi dibuka malam ini di Gedung Kesenian Jakarta dengan pemutaran perdana film drama restorasi mahakarya klasik perfilman Indonesia.
Ruang Eksplorasi Narasi Lokal Otentik
Direktur festival mengungkapkan bahwa tema tahun ini mengangkat keragaman mitologi rakyat dan pergulatan sosial masyarakat rural yang jarang terangkat di layar bioskop komersial.
“Kekuatan cerita kita ada di akar rumput. Sutradara muda kita membuktikan bahwa kearifan lokal mampu berbicara dalam bahasa sinematik kelas dunia,” tuturnya.
Pasar Film dan Kemitraan Distribusi Digital
Selain sesi pemutaran film, FSN menyelenggarakan sesi pitch lab yang mempertemukan produser independen dengan platform streaming film internasional untuk mendanai produksi lanjutan.
Komentar Pembaca
Demi kenyamanan dan diskusi yang sehat, seluruh komentar yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan dan moderasi oleh tim redaksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke publik.